Minggu, 16 Juli 2017
Sebuah telpon masuk sekitar jam 17.40 sore itu. Nomor yang
tidak dikenal. Biasanya gue males angkat, karena 90% telp masuk dari nomor ga
dikenal itu biasanya dari bank ato nawarin KTA.
Toh gue angkat juga telpon.
“Halo…Ini De Indah ya..?” sebuah suara terdengar di sebrang
sana. Gue ngenalin itu suara Bang Bob.
“Ya ..ini Bang Bob?”
“Ya De…De Indah udah dapet kabar..?”
“Ya De…De Indah udah dapet kabar..?”
Sebuah prakata telpon yang sungguh sangat gue ga suka (kalo ga bisa dikatakan benci). Karena itu identik dengan kabar buruk.
“Belum Bang…ini HP dari tadi dipegang anak2 terus..ada apa Bang?”
“Ini De…Papap…”
Mendadak perut gue merasa mulas. Gue usap2 perut sambil menenangkan dede bayi.., gue sudah tau dr nada bicara Bang Bob apa kelanjutan kalimat itu..sesuatu yang buruk
“Ya, Papap kenapa Bang?”
“Papap udah nggak ada De..”
………………….
That is…bukan hanya ‘sesuatu yang buruk’..tapi jauh lebih
pahit dari itu…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Begitu speechlessnya, begitu aneh nya rasa ini, dan begitu kosongnya..hingga gue ga sanggup menulis apapun lagi saat ini..
Biarlah nanti kutuliskan semua yang ada di hati .....
Biarlah nanti kutuliskan semua yang ada di hati .....
Selamat jalan Papap....
Semoga dilapangkan dan diterangkan kuburmu..
Semoga dilapangkan dan diterangkan kuburmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar