Kamis, 29 Januari 2009

Jalan Centil ke Bandung

Start:     Jan 31, '09 4:00p
End:     Feb 1, '09 7:00p
Akhirnya...jadi juga setelah reschedule beberapa kali dengan temen2 gue yang (sok) sibuk...
Asiiikkk....gue bisa ngelepas stressss...
Ada tante yang cerewet, ada Ulil yang ngomel terus tapi setia nyetir Jakarta-Bandung PP, ada nenek2 yang harus dirawat sepanjang perjalanan...
yuhuuuuu

Minggu, 25 Januari 2009

Cinta itu Anugerah....

Cinta itu Anugerah
Maka berbahagialah
Karena kita sengsara
Kalau tak punya cinta

Itu adalah sepenggal kata-kata dari lagu  Doel Sumbang. Entah apa judulnya. Gue Cuma terkesan sama syairnya itu.

Cinta itu anugerah...
Ya...cinta itu anugerah. Tapi tidak semua orang mendapatkan anugerah beruntung punya cinta. Seperti juga tidak semua orang  beruntung memiliki anugerah yang lain seperti punya wajah cantik, kaya atau berotak encer.


Menikah, adalah juga suatu anugerah. Hmmm...., sebenernya ini topik basi yang sangat basi buat gue. Tapi topik basi ini lagi hot di keluarga gue, terutama karena gue adalah peran dan tersangka utamanya.
Menikah dengan orang yang lo cintai..., itu adalah anugerah yang lebih tinggi. Lagi, ga semua orang bisa mendapatkan anugerah itu.
Jadi, untuk orang yang sudah menikah, berbahagialah. Jagalah. Bersyukurlah. Dan jangan memandang rendah orang lain yang tidak (belum) menikah.
Untuk orang yang menikah dengan orang yang dicintai...., sadarilah...lo udah mendapatkan anugerah yang tinggi..

Karena, selain itu pilihan yang tersisa hanya ada dua : tidak menikah, atau menikah tanpa cinta.

Cinta itu Anugerah

Cinta itu anugerah
Maka berbahagialah
Karena kita sengsara
Bila tak punya cinta
...

Itu penggalan lagu Doel Sumbang, lagu jaman gue ABG dulu. Saat itu, gue menganggap lagu ini gak istimewa.
Sekarang..., disaat gue ga punya cinta....memang betul bahwa : Cinta itu anugerah...
Tapi, seperti anugerah lainnya, sebut aja berwajah cantik atau tampan, kaya atau cerdas...ga semua orang mendapatkannya bukan...?
Jadi ga semua orang punya cinta...

Satu anugerah lagi adalah : menikah...duhhhh topik basi yang sangat basi bagi gue. Tapi mau ga mau gue harus memikirkannya saat ini...karena hal basi satu itu lagi hot2nya di keluarga gue dimana gue adalah peran utamanya....
Anugerah lebih tinggi lagi adalah : menikah dengan orang yang kamu cintai....
Dan seperti gue bilang sebelumnya.., anugerah itu tidak dimiliki semua orang.
Jadi, bagi anda yang sudah menikah, sadarlah bahwa menikah itu anugerah. Maka berbahagialah...jangan mensia-siakan ... dan jangan menganggap rendah orang yang tak juga mendapatkan kesempatan memiliki anugerah menikah... seperti halnya janganlah si cantik memandang rendah si buruk rupa...

Senin, 05 Januari 2009

Trip ‘menegangkan’ di awal 2009 : Caving di Goa Jomblang




Pics taken by : Mas Yudi (ijin di posting ya Mas…  ) & Me


Berawal dari kebingungn gue mengisi acara tahun baru, jadilah gue ikutan trip ini. Itupun karena ga sengaja baca Calender Event seorang teman. Setelah packing terburu2, maklum baru balik dari Bandung, gue bersiap2 menuju stasiun Senen, titik kumpul kita. Ketemu +- 19 orang peserta dari Jakarta. Kesan pertama gue sama mereka : Gokil abiss..!!! Gue ga brenti ketawa ikut larut dalam canda mereka yang konyol..
Jadi begitulah.., gue pun melewati detik-detik tahun baru 2009 dalam kereta ekonomi yang penuh sesak bersama teman2 yang baru gue kenal beberapa jam sebelumnya..

Keesokan harinya, langsung menuju lokasi di Goa Jombang. Gue masih semangat, sampe pas melihat ‘medan’ nya…ampyun..gue sama sekali ga mengira bahwa goanya adalah goa vertical dengan kedalaman 50-80 meter. Gue pikir goa horizontal..Dan saat itu udah ada team dari Tasik yang sedang menggelantung dan perlahan-lahan memanjat diatas seutas tali, bagaikan keluar dari perut bumi. Jantung gue langsung ciut. Beneran nih ntar gue juga harus kayak gitu?
Syukurlah temen2 baru gue, terutama mas Aji dan Arip selalu support jadi lama2 gue bisa tenang juga..
Malamnya kita dikenalkan dengan team pemandu kita, Mas Jarody & team, PA dari UGM. Wah...mas2nya ini metal2 dan manis2 ..(hehe..kombinasi yang unik kan, manis dan metal..).
Malam pertama ngecamp ditengah hujan deras. Kitapun sibuk melindungi tenda dari luapan air. Jadilah kita tidur diatas sleeping bag yang lembab dan basah.

Hari kedua, rencana akan menuruni goa, menelusuri dasar goa menuju Kali Suci, sebuah sungai yang ada di dasar goa. My God, mas Aji nyuruh gue jadi team pertama yang turun. Ga salah nih...? Nyali gue ciut lagi. Ditambah2 takut ketinggian dan seumur2 belon pernah yang namanya manjat biarpun cuman manjat pohon jambu.
Thanks God.., ternyata kita turun mulai dari 20 meter diatas dasar goa. Jadi kita turun manual dulu, baru pake tali. Tapi itupun udah cukup sulit dan curam, apalagi tanah licin minta ampun akibat guyuran hujan deras semalam.
Surprise, ternyata pas turun dan gelantung ga seheboh yang gue bayangkan. Dengan alat2 safety yang cukup bikin gue aman dan nyaman, gue bisa turun dengan fun...horeee....ternyata asik loh..

Dibawah, kita menelusuri goa yang sepekat malam. Berjalan sepanjang +- 200 meter sampailah di Kali Suci. Menuruni Kali Suci, perlu perjuangan sendiri karena sangat terjal dan licin. Tapi itu semua terbayar karena pemandangan nya sangat menakjubkan. Dengan mulut goa tepat diatas Kali, bagaikan bulan purnama besar. Apalagi saat itu ada orang yang tengah turun dari mulut goa. Gue setengah nyesel ga bawa kamera, jadi ga bisa merekam suasana indah ini. Tapi, kalo bawa kamera gambling bgt, secara bawa diri aja susyehnya minta ampun...Sukar melukiskan keagungan suasana disini, jadi pergi dan lihatlah sendiri hehe....

Jam 12 siang acara berenang2 selesai, dan tibalah saat kita kembali ke permukaan. Gue udah dikasih tau bahwa naik pake teknik SRT jauh lebih sulit dibanding turun. Melihat jumlah kita cukup banyak, Mas Aji menyarankan yang cowok2 naik lewat panjat tebing. Dia juga langsung memantau jalur tebing nya.
”Halo guys...” rasanya baru beberapa detik gue mendengar Mas Aji ngomong gitu sambil tersenyum di tepi tebing, saat sesuatu yang menakutkan terjadi.
Ada suara seperti longsor dan hanya dalam hitungan detik Mas Aji terjatuh dari ketinggian (sepertinya) +- 20 meter...suara gedebuk jauh dibawah tebing yang penuh batu..
Setlah itu suasana mencekam. Sebagian langsung turun memberi pertolongan pertama. Sebagian lagi (termasuk gue) terpaku dan melongo ga percaya, ga ada nyali untuk
sekedar melihat kondisi Mas Aji.
Setelah +- 2 jam, Mas Aji sudah bisa dievakuasi. Dan dia masih bisa tersenyum saat ditarik ke atas...SALUTE...!!

Perjalanan naik ke atas terasa semakin berat buat gue karena rasa lapar dan kedinginan. Ditambah mental down setelah ngeliat Mas Aji jatoh. Dia kan yang selalu support para pemula kayak gue ini.., sekarang dia sendiri jatoh...gimana gue ga stress..?? Gue nyaris ga ada tenaga buat naek. Akhirnya dengan perjuangan berat gue bisa juga sampe atas. Duh senengnya bisa kembali ke permukaan...
Moral of story : kayaknya gue harus diet nih, ternyata badan gue berat banget bo.. 

Begitulah, pengalaman yang benar2 tak akan terlupakan buat gue. Buat para climber dan pendaki si mungkin ga ada apa2nya...tapi buat gue yang biasa cuman nyebur ke laut, kalo cape ya tinggal nangkring di perahu...It’s so different...(hehe yaiyalah, laut kok mau disamain ama gunung..)


Thanks to : All JPers yang ikut kemaren. U all are rock..!!

Special thanks to : Arip, Jarody & Team, Team rescue dr Tasik

My deepest sympathy to Mas Aji. Semoga cepat sembuh. Thanks buat support, perhatian dan tanggung jawabnya. U’re the best..