Minggu, 06 Agustus 2017

Selamat Jalan, Papap..teriring doa dari kami anak-anak mu...

Minggu, 16 Juli 2017
Sebuah telpon masuk sekitar jam 17.40 sore itu. Nomor yang tidak dikenal. Biasanya gue males angkat, karena 90% telp masuk dari nomor ga dikenal itu biasanya dari bank ato nawarin KTA.
Toh gue angkat juga telpon.

“Halo…Ini De Indah ya..?” sebuah suara terdengar di sebrang sana. Gue ngenalin itu suara Bang Bob.
“Ya ..ini Bang Bob?”
“Ya De…De Indah udah dapet kabar..?”

Sebuah prakata telpon yang sungguh sangat gue ga suka (kalo ga bisa dikatakan benci). Karena itu identik dengan kabar buruk.

“Belum Bang…ini HP dari tadi dipegang anak2 terus..ada apa Bang?”
“Ini De…Papap…” 

 Mendadak perut gue merasa mulas. Gue usap2 perut sambil menenangkan dede bayi.., gue sudah tau dr nada bicara Bang Bob apa kelanjutan kalimat itu..sesuatu yang buruk

“Ya, Papap kenapa Bang?”
“Papap udah nggak ada De..”
………………….

That is…bukan hanya ‘sesuatu yang buruk’..tapi jauh lebih pahit dari itu…

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Begitu speechlessnya, begitu aneh nya rasa ini, dan begitu kosongnya..hingga gue ga sanggup menulis apapun lagi saat ini..
Biarlah nanti kutuliskan semua yang ada di hati .....

Selamat jalan Papap....
Semoga dilapangkan dan diterangkan kuburmu..

Rabu, 12 Juli 2017

Keep Fighting, Hun

Semenjak hamil, si akang punya nazar keluar kerja formal. Gue sih dengan senang hati karena itu berarti waktu dia full buat gue dan anak2.
Akhirnya jadilah si akang driver taksi online.

Di satu sisi, banyak bgt keuntungan nonmateri sehubungan si akang freelance gitu, yg pasti sih sekarang gue full antar jemput, kalo ada apa2 dia selalu siap.., dananak2 full bisa ketemu ayah nya.
Di sisi lainada satu pengorbanan 'besar' yaitu berkurangnya pemasukan bulanan secara signifikan pula, secara tau sendiri kan pemasukan tidak tetap..

Tapi selalu ada harga yang harus di bayar. Sampai saat ini, gue masih mengandalkan pinjaman dan bonus taunan buat nutupin semua.., sambil berharap semoga keadaan membaik..

Dan sekarang, setiap hari selalu ada cerita...mengenai pengalaman si akang ... kebanyakan cerita nya bikin gue 'brebes mili'..
Dari mulai ulah rider yang berasa raja, keadaan jalanan yg macet, kepenatan dan kelelahan di jalanan, sakit kepala karena kepanasan dan silau matahari.., penghasilan yang turunnaik, dan kalo lg turun kadang bisa sampai ngelus dada..
Sampai gue mikir, salahkah gue yang merestui dan setengah 'memaksa' si akang buat off kerja?

Sungguh, kalo denger cerita si akang pasti gue trenyuh dan ya itu 'brebes mili'...
Ya Tuhan, lindungi Akang ku dalam mencari rezeki mu setiap hari nya..., kuatkan dia, sehatkan dia dan berilah kami rejeki yang berkah dan mencukupi...Aminnn

Selasa, 21 Februari 2017

Welcome again to the "Morning sickness" world

Setelah 4 tahun kosong, gue sama si Akang ngebet pengen punya anak lagi dan kalo bisa sih cewek :P...
Dan, Alhamdulillah Allah kasih kepercayaan lagi sama gue...yess, I'm pregnant again, sekarang udah 7W..

Hamil anak ketiga, bukan berarti gue udah terbiasa ngerasain hamil. Soalnya tiap hamil itu bawaannya beda-beda, dan jangan lupa sekarang gue udah kepala 4...

Beda dengan dulu2, rasanya banyaaaakkkk bgt keluhan yang gue rasain :
- Ga doyan makan, ngeliat makanan rasanya benci aja ga bisa masuk. Yang masuk hanya buah2an. Alhasil, gue kurang karbo dan efeknya lemes dan pusing hampir tiap hari.
- Mual sampe muntah, dan ga hanya pagi hari, jadi buat gue judulnya adalah "All day sickness"
- Ngantukan..., berasa berat bgt kalo lagi di kantor.
- Mulut terasa aseemm dan pahitttt, makan apapun setelah itu pasti asem dan pait. Air putih berasa aneh bgt kalo diminum.
- Perut begah, kembung dan berasa aneh.

Berat bener yah bow jadi ibu..., perjuangan sudah dimulai sejak hamil bulan pertama..