Selasa, 16 Oktober 2007

Selamat Jalan, Apa....

Malam Idul Fitri 1428 H

Gema takbir sayup terdengar syahdu.
Besok lebaran, ya...besok lebaran..

Lebaran,identik dengan sukacita karena kumpul2 dengan keluarga,terutama org tua...
Namun, lebaran kali ini alangkah beda. Gimana nggak,didepan gue terbujur kaku jenazah Apa tercinta.
Ya, Apa meninggal dunia tadi jam 4 sore. Dengan tiba2 semuanya berubah.
Gue, Yayu dan Mamah lg sibuk masak untuk lebaran keesokan harinya ketika tetangga Apa tergopoh2 membawa berita mengejutkan itu : kematian Apa...so shocking..

Akh...betapa berita duka selalu mengejutkan. Dua hari yang lalu gue dan Mamah masih mengantarkan parcel lebaran dan sedikit uang untuk Apa. Dan gue seperti biasa mendapat jatah doa, dan selembar kain.."Harus dipakai..! kata apa ketika itu...,kini terasa seperti wasiat buat gue..

Gue pandangi selembar kertas berisikan kata2 yang sedianya akan Apa bacakan besok,yang beliau tulis beberapa saat sebelum meninggal. Lalu gue pandangin jasad kaku depan gue, ga kerasa mata gue terasa panas.
Dengan kerongkongan tercekat gue meneruskan mengaji Yasiin...,hanya itulah yang masih bisa gue berikan sekarang..

Selamat jalan, Apa...,semoga semua amal diterima disisi Allah dan diampuni segala dosa dan khilaf yang pernah diperbuat..

Tidak ada komentar: