Dateng cukup siang, 7.15...but belom ada siapapun di ruangan kecuali gue.
Gue lagi ada di puncak kemalasan, baik dalam hal pribadi apalagi hal kerjaan.
Setrikaan di rumah gue segunung. Cucian gue numpuk. Debu rumah jangan ditanya.
Kerjaan di kantor…??
Hanya yang bener2 urgent gue kerjain. Yang lain apalagi yang sifatnya project bener2 ga kepegang.
Gue tau, semuanya karena gue emang udah ga sehat psikis. Keadaan2 pribadi gue yang menekan mau ga mau tetap membuat dampak jelek pada mental gue. Gue melarikan diri pada kegiatan backpacker, yang memang hobi gue. Cuma itu bener2 ngabisin duit.
Ga sengaja iseng baca diary lama. Suatu doa yang sekarang tampak menggelikan. Doa dimana gue mengharapkan dengan kamu jadi suami gue. Suatu angan2 bahwa gue dengan kamu membentuk suatu perkawinan yang agung. Bener2 angan2.... karena terbukti ketidakbenarannya sekarang.
Ya, gue bisa menerima kenyataan.
Ya, gue udah berlapang dada menerima nasib gue.
Ya, gue udah siap menjadi jomblo seumur hidup.
Karena menikah, sekarang adalah sesuatu yang terlalu mahal bagi seorang yang seperti gue.
Karena menikah, bagi gue adalah membagi segalanya dengan siapa gue bisa menyerahkan semuanya dengan tulus.
Karena menikah, sepertinya bukanlah sesuatu yang akan menjadi agenda hidup gue.
Sampe kapan...?
Gue ga tau.
Karena gue juga ga tau akan hidup sampai kapan.
Tapi
Selalu masih ada saat dimana gue kembali menoleh pada saat2 itu. Saat2 dimana gue dengan tulus mengharapkan kamu. Saat2 dimana gue masih punya secuil keyakinan, bahwa hidup bisa gue habiskan bersama kamu. Saat2 yang selalu mampu membuat hati gue terkoyak dan menangis.
Dan sekarang, saat itu datang lagi. Saat dimana gue adalah manusia lemah yang hanya punya secuil kenangan.
Akh...tapi hidup adalah sama sekali bukan kenangan. Tapi hidup adalah kenyataan.
Kamu udah jadi seorang suami dan bapak. Kapankah gue bisa menyadari itu semua dan dengan bijak bisa memahaminya, gue ga tau...
Kemaren gue dapet email mengenai kepesertaan family day 2007. It has been sent to all. Ada data semua karyawan dan seluruh keluarga mereka. Maka gue memilih untuk langsung men delete email itu tanpa membacanya.
Gue masih parno untuk melihat data-data kamu, istri kamu, nama anak kamu, ukuran baju, usia dll. Dan gue masih cukup pengecut untuk tidak mau melihat data2 gue sendiri. Dengan kolom usia dan kolom ’no spouse’ .... so sumpah gue masih berlaku : as long as I sick like this, I WILL NEVER GO TO FAMILY DAY OR OTHER DAMN THING
Tidak ada komentar:
Posting Komentar